Pamekasan, 21 Agustus 2026 – Program Pascasarjana Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan menggelar sidang ujian tesis bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang Magister (M.Pd) pada Sabtu, 21 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di kampus IAI Al-Khairat ini menjadi momentum penting sekaligus tolok ukur kualitas bagi lulusan program magister yang telah melanjutkan proses studi secara intensif selama masa perkuliahan.
Sidang tesis kali ini diselenggarakan dengan format panel penguji yang melibatkan enam sejarawan senior sekaligus, mencerminkan komitmen institusi dalam menjaga mutu keilmuan lulusannya. Adapun dewan penguji yang hadir dan memimpin sidang terdiri atas Dr. Moh. Dannur, M.Pd.I, Dr.Ach. Sayyi, M.Pd.I, Dr. Ali Ridho, MSI, Dr. Mufiqur Rahman, M.Pd.I, Dr. Ismail, M.Pd.I, dan Dr. Abdul Ghaffar, M.Pd.I. Keenam penguji tersebut dikenal luas di lingkungan akademik Madura sebagai pakar di bidang pendidikan Islam, manajemen kelembagaan, dan metodologi penelitian keagamaan, sehingga kehadiran mereka memberikan bobot akademik yang signifikan terhadap proses evaluasi tesis mahasiswa.
Suasana sidang berlangsung khidmat namun tetap kompetitif. Mahasiswa yang diuji tampak mempersiapkan diri secara matang, terlihat dari penguasaan materi saat mengotak-atik hasil penelitian serta ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis yang dilontarkan oleh tim penguji. Proses tanya-jawab berjalan dinamis, mencerminkan tradisi akademik yang menjunjung tinggi ketelitian metodologis dan kedalaman analisis, dua unsur yang menjadi ciri khas penilaian tesis di lingkungan Program Pascasarjana IAI Al-Khairat Pamekasan.
Wawancara Eksklusif Bersama Rektor

Di sela-sela pelaksanaan sidang, tim redaksi berkesempatan mewawancarai Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Ridho, MSI, yang turut hadir sebagai salah satu penguji. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan apresiasi terhadap pencapaian mahasiswa program magister PAI.
“ Sidang tesis hari ini adalah bukti nyata bahwa proses pendidikan di IAI Al-Khairat Pamekasan berjalan sesuai dengan standar mutu yang kita tetapkan bersama. Kami tidak hanya ingin meluluskan siswa secara administratif, tetapi memastikan setiap lulusan magister benar-benar memiliki kompetensi keilmuan dan kepekaan masalah terhadap pendidikan Islam di lapangan, ” ujar Dr. Ali Ridho, MSI
Beliau juga menekankan bahwa keterlibatan langsung pimpinan lembaga, termasuk dirinya sendiri, dalam sidang tesis bukan sekedar formalitas struktural, melainkan bentuk tanggung jawab moral terhadap kualitas keluaran listrik.
” Saya selalu berusaha hadir langsung dalam sidang-sidang penting seperti ini, karena bagi saya, kualitas sinyal lulusan adalah cerminan langsung dari kualitas institusi. Ke depan, kami akan terus mendorong penguatan riset-riset yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan agama Islam, ” tambahnya.
Ditanya mengenai harapan terhadap para lulusan, Rektor menyampaikan bahwa gelar Magister Pendidikan (M.Pd) yang diperoleh mahasiswa hendaknya tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, melainkan menjadi modal untuk memberikan kontribusi nyata di dunia pendidikan, baik di lembaga formal, pesantren, maupun masyarakat luas.
Pandangan Direktur Pascasarjana

Senada dengan Rektor, Direktur Program Pascasarjana IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ismail, M.Pd.I, yang juga bertindak sebagai salah satu penguji dalam sidang tersebut, turut memberikan keterangan kepada tim redaksi mengenai pelaksanaan sidang tesis kali ini.
“Alhamdulillah, pelaksanaan sidang tesis pada hari ini berjalan lancar dan sesuai dengan jadwal yang telah kami susun. Program Pascasarjana selalu berupaya menghadirkan tim penguji yang kompeten di bidangnya masing-masing, agar proses evaluasi tesis benar-benar objektif dan mampu mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas,” jelas Dr. Ismail, M.Pd.I
Lebih lanjut, Direktur Pascasarjana menjelaskan bahwa Program Studi Magister PAI dirancang untuk mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori pendidikan Islam secara akademis, tetapi juga mampu menerjemahkannya ke dalam praktik kependidikan yang kontekstual.
“Tesis yang diuji hari ini mengangkat isu-isu yang aktual dalam dunia pendidikan agama Islam. Kami melihat mahasiswa mampu mempertahankan argumentasi keilmuannya dengan baik di hadapan enam penguji sekaligus, dan ini menunjukkan bahwa proses pembimbingan yang dilakukan oleh dosen pembimbing selama ini membuahkan hasil yang optimal,” tuturnya.
Dr. Ismail juga menyampaikan bahwa pihak Pascasarjana akan terus mengevaluasi dan menyempurnakan sistem pembimbingan serta pelaksanaan sidang tesis, termasuk memperkuat sinergi antara dosen pembimbing dan tim penguji, agar kualitas keluaran akademik semakin meningkat pada periode-periode berikutnya.
Komitmen Menjaga Mutu Akademik Pascasarjana

Pelaksanaan sidang tesis ini sekaligus menegaskan komitmen IAI Al-Khairat Pamekasan dalam menjaga standar mutu pendidikan pascasarjana di tengah dinamika perkembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia. Keterlibatan enam penguji dengan latar belakang keilmuan yang beragam, mulai dari manajemen pendidikan, metodologi penelitian, hingga kebijakan pendidikan Islam, menjadi salah satu strategi institusi untuk memastikan setiap tesis dievaluasi secara komprehensif dari berbagai sudut pandang keilmuan.
Format sidang dengan panel penguji yang cukup besar ini juga mencerminkan pendekatan kolegial yang diterapkan Program Pascasarjana IAI Al-Khairat Pamekasan, di mana keputusan kelulusan mahasiswa tidak bertumpu pada penilaian tunggal, melainkan hasil musyawarah dan pertimbangan bersama dari para pakar yang hadir. Pendekatan semacam ini diyakini mampu meminimalkan subjektivitas penilaian sekaligus memberikan pengalaman akademik yang lebih kaya bagi mahasiswa yang diuji.
Selain aspek substansi keilmuan, sidang tesis ini juga menjadi ajang silaturahmi akademik antara pimpinan institut, konverter pendingin, dosen penguji, dan mahasiswa. Suasana kekeluargaan yang tetap terjaga di tengah ketatnya proses akademik menjadi salah satu ciri khas budaya akademik di lingkungan IAI Al-Khairat Pamekasan, yang berupaya memadukan tradisi keilmuan pesantren dengan standar akademik perguruan tinggi modern.
Harapan untuk Masa Depan Program Studi
Dengan terselenggaranya sidang tesis ini, Program Studi Magister PAI IAI Al-Khairat Pamekasan diharapkan dapat terus mencetak lulusan-lulusan yang unggul, baik dari sisi keilmuan akademik maupun kontribusi praktis di masyarakat. Kehadiran langsung Rektor dan Direktur Pascasarjana dalam sidang ini menjadi sinyal kuat bahwa pimpinan lembaga memberikan perhatian serius terhadap kualitas pendidikan, bukan sekadar menjalankan fungsi administratif semata.
Ke depan, pihak kampus berharap semakin banyak mahasiswa Program Magister PAI yang mampu menghasilkan karya-karya tesis yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pendidikan agama Islam di Madura dan Indonesia pada umumnya. Sinergi antara pimpinan institut, pendingin, dosen pembimbing, dan tim penguji yang solid diyakini akan terus menjadi kekuatan utama IAI Al-Khairat Pamekasan dalam mengawali satu sama lain pendidikan tinggi keagamaan Islam pada tingkat stabil.
Sidang tesis yang berlangsung pada Sabtu, 21 Agustus 2026 ini pun ditutup dengan harapan besar bahwa para lulusan magister PAI dapat segera diwisuda dan melanjutkan pengabdian mereka di berbagai lini pendidikan Islam, sesuai dengan visi keilmuan yang telah ditanamkan selama masa studi di Program Pascasarjana IAI Al-Khairat Pamekasan.